Skip to Content

Feed aggregator

Pembajakan (Distro) Linux?

ad-12 Labs - Fri, 05/18/2012 - 14:01
Sebuah kabar yang cukup "menghebohkan" komunitas Linux di Indonesia akhir -akhir ini, mengenai (dugaan) "pembajakan" distro PCLinuxOS oleh "oknum" di...

Libre vs Open: Office yang Mana Pilihan Anda?

ad-12 Labs - Fri, 05/18/2012 - 14:01
(Catatan Penulis: Gara-gara server terdahulu tiba-tiba down dan situs belum sempat di-backup, dua artikel terakhir mengenai OpenOffice.org dan LibreOffice hilang...

Android, Satu Alasan untuk Mendukung GNU/Linux?

ad-12 Labs - Fri, 05/18/2012 - 14:01
Android adalah barang "terpanas" 2010. Sistem operasi mobile dari Google ini berkembang pesat, mejadi platform smartphone nomor satu mengalahkan iOS...

Sepuluh Distribusi Teratas: Sebuah Tinjauan atas Distribusi Teratas Saat Ini

ad-12 Labs - Fri, 05/18/2012 - 14:01
Pengantar Pilihan yang sangat beragam dan jumlah distribusi Linux yang terus bertambah boleh jadi membingungkan bagi yang baru mengenal Linux. Inilah sebabnya halaman...

Daftar Distro Linux Indonesia (Always Updated)

ad-12 Labs - Fri, 05/18/2012 - 14:01
Perkembangan sistem operasi Linux di Indonesia, terutama sejak milenium baru banyak melahirkan distro-distro berbahasa Indonesia, atau setidaknya distro Linux 'buatan'...

When It’s Gone, You’ll Know It’s Not Yours

Little-Little Sih...I Can! - Mon, 05/14/2012 - 19:31

There's a danger in loving somebody too much. Or at least some might say that. It's hard enough to lose somebody close to you, it's even harder to take the blame for that. Everybody just keep saying that if only you did everything differently, etc etc. Someone even called me crazy right into my ear. But still, when someone’s gone, it’s always for good. I don’t know why for the past two months I keep losing something. I can consider myself very careful about keep my possession safe and intact. Of course, it only takes a moment of carelessness and just like that, it’s gone. Well, you shouldn’t get what you don’t deserve, so when you lost something, maybe that thing should not belong to you.


Apache OpenOffice 3.4 Dirilis, Perang Free Office Suite Dimulai?

ad-12 Blog - Sun, 05/13/2012 - 07:05

Setelah hampir setahun sejak penyerahan kendali OpenOffice.org ke tangan Apache Software Foundation, (ASF) akhirnya rilis pertama versi OpenOffice.org dari Apache, dengan nama resmi Apache OpenOffice versi 3.4 dilakukan pada 8 Mei 2012. Apache Software Foundation menerima OpenOffice.org dari Oracle, yang mendapatkannya dari hasil akuisisi Sun Microsystems setelah terjadinya friksi di kalangan para pengembang di luar Oracle atas kebijakan dan arah pengembangan OpenOffice.org ke depan. Sejumlah besar pengembang OpenOffice.org kemudian membentuk The Document Foundation yang merilis fork OpenOffice.org bernama LibreOffice. Sejak setahun belakangan ini, LibreOffice mulai ‘mengambil alih’ posisi OpenOffice.org sebagai pilihan utama aplikasi office suite di distro-distro Linux. Namun kini, OpenOffice.org telah kembali dengan nama baru dan peta jalan yang jelas untuk pengembangan ke depan. Namun apakah ini cukup untuk ‘merebut’ kembali posisi terdepan di kategori office suite open source?

Logo (baru) Apache OpenOffice

Tentunya tidak semudah itu, apalagi LibreOffice sudah “mencuri start” terlebih dahulu saat ASF sibuk berkonsolidasi mengadopsi kode OpenOffice.org ke dalam ekosistemnya. Belum lagi, tambahan donasi dari IBM berupa kode dari office suite Lotus Symphony, yang berbasis OpenOffice.org dan Eclipse. Namun demikian, ada beberapa hal yang bisa dilihat sebagai keuntungan bagi Apache OpenOffice. Pertama, brand OpenOffice (sekarang tanpa .org) lebih dikenal, terutama di luar pengguna Linux, dan juga dipandang lebih “menjual” dibandingkan nama LibreOffice yang bagi sebagian orang dirasa kurang familiar. Kedua, lisensi Apache yang disebut APL (Apache Public License) dipandang lebih bebas dibandingkan lisensi LibreOffice (LGPL), sehingga kalangan bisnis akan lebih bisa menerima OpenOffice dibandingkan LibreOffice. Apalagi, dukungan dari Oracle dan IBM (yang akan merilis versi baru IBM Lotus Symphony berbasis Apache OpenOffice) juga menambah kredibilitas Apache OpenOffice di kalangan bisnis. Pada akhirnya, penggunalah yang akan menentukan pilihan mana yang akan diambil, toh keduanya bisa didapatkan dan digunakan secara bebas.


These Ain’t Love Songs

Lawnosta-B - Sat, 05/12/2012 - 23:55
Yep, Bon Jovi mungkin menyatakan bahwa lagu yang terdapat pada album These Days (1995) itu bukan lagu cinta, tapi liriknya menunjukkan jelas bahwa lagu itu benar-benar lagu cinta. Masih berkaitan dengan arti lirik lagu, kadang-kadang para pendengar lagu langsung mneebak makna sebuah lagu dari judulnya saja. Apalagi jika kebetulan liriknya tidak terlalu lugas pengartiannya, lengkap [...]

Chromium OS

ad-12 Blog - Mon, 05/07/2012 - 14:15

Pengguna internet pasti sudah mengenal browser buatan Google, yaitu Chrome. Browser yang dirilis pertama kali pada tahun 2008 ini terus menanjak popularitasnya, dalam waktu yang relatif singkat telah mencapai 25% dari pengguna di seluruh dunia. Di tahun 2009, Google memperkenalkan ChromeOS yang merupakan pengembangan dari Chrome browser, yang digabungkan dengan sistem operasi Linux. ChromeOS menjanjikan sistem operasi yang cepat dan sesuai untuk pengguna aplikasi berbasis internet/web. ChromeOS baru dirilis secara resmi pada tahun 2011 bersama dengan dirilisnya Chromebooks, yaitu laptop yang dibundel dengan ChromeOS secara default.

Tampilan ChromeOS dengan Aurora Window Manager (Sumber: Wikipedia)

Chromebooks diedarkan secara terbatas, sehingga tidak banyak yang bisa mencoba ChromeOS. Untungnya, sebagai aplikasi open source, Google merilis kode ChromeOS secara terbuka dengan nama ChromiumOS pada akhir tahun 2009. Sayangnya, sampai saat ini ChromiumOS tidak dirilis dalam format siap dipakai secara resmi (terkompilasi), hanya kode sumbernya saja. Namun demikian, sejumlah versi ChromiumOS telah beredar secara luas. Yang paling populer adalah yang dikembangkan oleh seorang mahasiswa dari Manchester, Inggris yang dikenal dengan nama Hexxeh. Selain itu tersedia juga versi yang dikembangkan untuk netbook Acer dan Dell.

Untuk mencoba ChromiumOS, hanya sebuah USB Flash Disk berkapasitas 4 GB atau lebih. Unduh paket instalasi ChromiumOS dari salah satu situs di atas, lalu ekstrak file hasil unduhan berupa file .IMG. Hubungkan USB Flash Disk berkapasitas 4 GB atau lebih ke port komputer. Pengguna Windows bisa mengunakan aplikasi Windows Image Writer yang bisa diunduh gratis. Sedangkan pengguna linux bisa langsung menggunakan perintah dd (dd if=<path file .IMG> of=/dev/sdxx ). Tunggu hingga proses transfer file .IMG ke USB Flash Disk selesai, lalu boot ulang komputer/laptop dan atur device boot agar menggunakan USB Flash Disk. Pastikan juga komputer/laptop yang digunakan tersedia jaringan wi-fi atau ethernet yang terhubung ke internet. Tanpa koneksi internet, Chromium OS tidak akan dapat digunakan. Setelah proses boot selesai, user akan dihadapkan pada layar konfigurasi.

User akan dihadapkan pada pilihan bahasa, layout keyboard, dan jaringan yang akan dipakai. Saat pertama kali digunakan biasanya harus menunggu beberapa saat sampai jaringan bisa terdeteksi. Jika jaringan wi-fi membutuhkan password, maka harus diisikan lebih dahulu. Setelah sukses terhubung ke jaringan internet, maka akan berlanjut ke konfigurasi user, yang harus memasukkan nama akun dan password layanan Google (Gmail, YouTube, Blogger, Google+, Google Apps). Setelah sukses login, user bisa memilih avatar/gambar tampilan user sebelum masuk ke ChromiumOS.

Tampilan ChromiumOS adalah seperti gambar di atas, berupa satu window browser Chromium, dan pada bagian bawah layar sebelah kiri akan tampil beberapa shortcut/icon aplikasi web, sedangkan di sebelah kanan bawah ada tampilan waktu, indikator jaringan, daya, dan avatar pengguna. Jika window browser dimaksimalkan, maka seluruh layar akan dipakai, menutupi icon dan indikator di bawah layar. Semua aplikasi Chromium OS berjalan di dalam tab browser, termasuk terminal/command prompt dan explorer. Secara umum, menggunakan ChromiumOS mirip dengan menggunakan browser Chrome. ChromiumOS mendukung ekstensi, namun sayangnya belum mendukung Flash Plugin dan mp3 yang kemungkinan disebabkan oleh sifat ChromiumOS sebagai proyek open source, tidak seperti ChromeOS yang dipakai di Chromebooks yang didukung secara resmi oleh Google. Pada laptop HP Pavillion dv6 yang digunakan Penulis, ChromiumOS berjalan lancar dan mendukung semua periferal seperti touchpad, wi-fi, dan suara. Sebelumnya, saat dicoba di netbook Dell Inspiron Mini 10, adapter wi-fi yang ada tidak dapat digunakan/tidak terdeteksi. Tulisan ini juga dibuat dari ChromiumOS.

Akhir kata, Chromium OS ini cukup memadai bagi yang hanya menggunakan komputer/laptop untuk menjelajah internet dan hanya menggunakan aplikasi-aplikasi berbasis web, seperti webmail, social networking, online storage, dan online application (Google Docs, Office 365, Zoho). ChromiumOS ini juga akan diperbarui secara otomatis seperti browser Chrome. Kelemahan terbesar ChromiumOS adalah penggunaannya mutlak harus terhubung ke internet, sehingga kurang fleksibel, dan dukungan perangkat kerasnya masih perlu ditingkatkan lagi agar bisa digunakan pada semua produk komputer/laptop yang ada di pasaran.


When You Lost Your Prepaid (Cellular) Number: Now and Then

Little-Little Sih...I Can! - Wed, 03/28/2012 - 08:16
Damn! I'm officially a cellular phone thief magnet when I lost my cellular for the fourth time last week. The most frustrating thing is, I have no idea when and how it was lost, stolen or maybe ran away from me. Once again I must reset all the data inside the phone. The most important thing to do when you lost your cellphone is to retrieve the number. After all, my primary reason to own a cellular phone is to simplify anyone who wants to contact me (not the other way around)!. But this time, I have a doubt because the number I use is registered under my (late) father's name. I'm afraid it's gonna be a hurdle in the retrieving process. Well, I could not be more wrong. Not only the process is nearly flawless, the cost is next to nothing, as cheap as buying a new number! Not only that, the remaining balance is still intact. You still have to supply your ID and list at least 5  most recent numbers you contacted. Back then, when I tried to retrieve another number, the cost was much higher (almost tenfold). At least from my experience in this particular operator, it is a highly improved service.


Alumni/Alma Mater

Little-Little Sih...I Can! - Sun, 03/25/2012 - 09:16
According to Merriam-Webster dictionary, alumnus (alumni in plural) is: "1: A person who has attended or has graduated from a particular school, college, or university. 2: a person who is a former member, employee, contributor, or inmate" and alma mater is: 1: a school, college, or university which one has attended or from which one has graduated. 2: the song or hymn of a school, college, or university.
By that definition, it is no wrong when a friend invited me to join an alumni organization of our former college, that is going to hold a grand reunion and election for the president of the organization. The thing is, in Indonesia, generally, only the one who graduates is considered alumni. And this particular organization also states, in black and white, in their statute (website). Not to mention that in one of the presidential candidate's campaign, clearly stated that (regular) membership of the organization will still be limited to the graduates only. So, it would be wiser for me (a dropout) to stay out of this kind of organization (for now), isn't it?


Working at the Weekend

Little-Little Sih...I Can! - Sun, 02/26/2012 - 09:41
For this couple of months, I got used to work at Saturdays. Just today, for the first time in my life I have to work at Sunday. Yeah, a full week of work. Luckily, today is also the Free Busway Ride Day, in which for one full day we can ride through all the TransJakarta Busway corridors for free. I guess it's easier to bear as a bachelor, compares to the married ones. Even then, my nephews protested when I set to go for work today. Not to mention that their mother, my sister, is out of town since Friday. Well, bad timing I guess.


Ubuntu for Android

ad-12 Blog - Sat, 02/25/2012 - 09:10

Canonical baru-baru ini meluncurkan Ubuntu for Android, yang menimbulkan banyak pertanyaan seputar “wujud mahluk seperti apakah gerangan ini”.  Pada prinsipnya, Ubuntu for Android adalah tampilan desktop Ubuntu (Unity) yang berjalan di atas kernel Android (yang nota bene adalah kernel Linux). Muncul pertanyaan berikutnya: Mana muat satu desktop Ubuntu dalam layar ponsel pintar (smartphone) Android yang kecil itu? Ternyata, tampilan desktop Ubuntu (Unity) itu bukan dalam smartphonenya saat dibawa-bawa. Lengkapnya, Ubuntu for Android adalah tampilan desktop Ubuntu (Unity) di atas kernel Android (Linux) dalam kondisi smartphone terparkir (docked) dan terhubung ke perangkat keyboard, mouse, dan monitor. Jadi, smartphone berperan sebagai CPU dalam konfigurasi PC standar.

Ubuntu for Android (www.ubuntu.com)

Lalu, apa hebatnya? bayangkan bahwa smartphone Anda sebagai komputer portabel atau komputer saku, yang mungkin tidak sepenuhnya portabel seperti laptop, namun cukup mendekati. Semua data (kontak, pesan, e-mail, jejaring sosial) dalam smartphone akan langsung dapat diakses dari desktop Ubuntu saat terparkir, bahkan sesi jelajah (browsing) internet di smartphone Android Anda akan langsung berpindah ke browser desktop Ubuntu. Tergantung dari kekuatan komputasi smartphone Android Anda, aplikasi perkantoran (Office) pun bisa dijalankan dalam desktop Ubuntu. Sebuah video dari situs Engadget (berbahasa Inggris) memperlihatkan sekilas demonstrasi Ubuntu for Android ini menggunakan smartphone Motorola Atrix.

Konsep Ubuntu for Android ini nampaknya mulai menampakkan kecenderungan di masa yang akan datang batas antara perangkat komputasi dan komunikasi akan semakin mengabur. Begitu juga dengan sistem perangkat lunak yang berjalan di dalamnya. Tanda-tandanya mulai nampak: Microsoft dengan Windows 8 mulai memasukkan tampilan ala Windows Phone 7 dan bisa dijalankan di atas platform ARM (yang biasa digunakan untuk perangkat portabel, handphone dan tablet), Apple juga (konon) bersiap untuk mengintegrasikan MacOS dan iOS, dan akhirnya Google dengan Androidnya yang berbasis Linux, yang pada dasarnya sudah bisa dijalankan di semua platform. Akankah ini menjadi kenyataan, masih harus ditunggu kelanjutannya.


DreamHost Apps Ditutup per 19 Maret 2012

ad-12 Blog - Fri, 02/24/2012 - 08:51

Layanan aplikasi web gratis, DreamHost Apps, yang menyediakan lima aplikasi web: Drupal, WordPress, Phpbb, ZenPhoto, dan MediaWiki secara gratis, akan segera ditutup pada 19 Maret 2012. Para penggunanya dipersilakan untuk berganti layanan menjadi berbayar, atau memindahkan data aplikasinya menggunakan layanan backup yang tersedia pada Panel Kontrol masing-masing aplikasi. Database aplikasi akan diarsipkan, dan setelah siap akan dikirimkan link untuk mengunduhnya.

Tampilan DreamHostApps


Seputar Windows 8: Logo dan Tampilan Baru

ad-12 Blog - Sun, 02/19/2012 - 15:27

Windows 8, sistem operasi terbaru dari Microsoft memang belum resmi diluncurkan, namun banyak perubahan revolusioner yang dilakukan yang memancing diskusi hangat di kalangan pemerhati teknologi informasi. Versi Developer Preview dari Windows 8 yang dapat diunduh secara gratis memperkenalkan banyak perubahan dalam tampilan dan pengembangan aplikasi Windows. Yang paling mencolok adalah tampilan antarmuka pengguna yang berbasis pada Windows Phone 7, yang dikenal dengan nama Tiles. Tampilan ini mengacu pada [ponsel pintar (smartphone) dan tablet dengan layar sentuh, dengan Tiles yang menggabungkan fungsi icon, widget, dan dock/taskbar dalam satu bentuk menyerupai "mosaik" atau "ubin" berbentuk persegi panjang (kotak). Menurut gosip terbaru, tombol Start pada Windows 8 akan dihilangkan, digantikan semacam "hotspot" di sudut kiri atas layar.

Tampilan Baru Windows 8 (Developer Preview)

Perubahan lain yang mengiringi tampilan baru Windows 8 adalah dalam pengembangan aplikasi. Untuk mendukung tampilan Tiles dan integrasi dengan perangkat seperti ponsel, tablet, dan konsol permainan, Microsoft memperkenalkan standar pemrograman baru yang disebut Metro. Perubahan standar pemrograman ini diperlukan untuk membuat aplikasi dapat berjalan pada platform Intel (x86) dan ARM. Nantinya, aplikasi berbasis Metro hanya bisa didistribusikan lewat Windows Store, semacam Apple AppStore.

Untuk Windows 8, Microsoft juga akan memperkenalkan logo baru, yang jauh berbeda dengan logo Windows yang kita selama ini. Jika logo Windows sekarang menyerupai bentuk bendera empat warna, yang ber-evolusi sejak Windows versi 3.1, logo baru dirancang berbentuk seperti jendela (surprise!) dengan warna biru langit. Bentuk logo baru ini mengingatkan pada logo Windows versi 1.0.

Logo Baru Microsoft Windows 8

Kontroversi seputar rencana peluncuran Windows 8 mulai menyeruak, terutama seputar penggunaan teknologi SecureBoot. Teknologi ini akan ditanamkan pada perangkat keras yang berfungsi untuk mengunci sistem PC agar hanya memuat sistem operasi yang tersertifikasi. Dikhawatirkan, penggunaan SecureBoot akan menghalangi pengguna untuk mengganti atau memasang sistem operasi non-Microsoft atau sistem operasi bebas/terbuka seperti Linux. Lebih lanjut, pengenalan Metro dan Windows Store akan membatasi peran vendor perangkat lunak pihak ketiga. Semua aplikasi berbasis Metro hanya dapat didistribusikan lewat Windows Store dari Microsoft, yang dikhawatirkan akan mematikan pengembangan aplikasi pihak ketiga di masa datang.


100 Album Terbaik Tahun 2000 – 2009 (versi Majalah Rolling Stone)

Lawnosta-B - Sun, 02/12/2012 - 18:22
Well, ternyata artikel tentang 500 Album/Lagu Terbaik Sepanjang Masa versi Majalah Rolling Stone masih menarik perhatian sebagian besar pembaca blog ini. Banyak juga yang berkomentar mengapa album/lagu/artis tertentu tidak masuk dalam peringkat tersebut. Terus terang saja, daftar itu dikeluarkan beberapa tahun yanglalu dan mencakup sebagian besar album/lagu dari dekade 60-an sampai 90-an. Bagi mereka yang [...]

Whitney Houston (1963 – 2012), We Will Always Love You…

Lawnosta-B - Sun, 02/12/2012 - 17:13
Whitney Elizabeth Houston, dilahirkan pada 9 Agustus 1963 di New Jersey, USA. Ibunya, Cissy Houston, adalah seorang penyanyi soul, dan tantenya, Dionne Warwick, adalah seorang penyanyi yang terkenal pada masanya (salah satu lagunya yang paling dikenal adalah That’s What Friends Are for, berkolaborasi dengan Stevie Wonder, Elton John, dan Gladys Knight). Aretha Franklin, yang dijuluki [...]

Do You Believe in Shame?

Little-Little Sih...I Can! - Fri, 02/03/2012 - 19:06
Or Is it? What if you'd try your best, but we all know that is never good enough for everyone. I've screwed up, hard, all my life. I'd even given up trying to live normally, and stop making plans. Sometimes I think that's the only way I can get through, alive and breathing at this moment. How do you feel when one of these days somenone told you that you're responsible for your beloved one's life? That all you've done is nothing but shame in their eyes? And all that you can do is write this stupid post in this pathetic blog, in English, so that not everyone you know can read it. What that makes you? Don't you ever know yourself pretty well? Maybe I should see a shrink now, or even send me to a madhouse, because nothing makes sense anymore, at least to me. I just cannot live someone else's dream anymore, I'm too old and tired.


12 (When the Days Are Numbered)

Little-Little Sih...I Can! - Sun, 01/29/2012 - 22:58
What's the difference between 12 years and 12 months? It's blatantly obvious some might say. What if someone told you (or someone close to you) that you can not last any longer, your days are numbered, and there's nothing in anyone of this world's power to prevent it? And that someone happens to be a doctor, a competent one actually, not a psychic, oracle, or a supernatural mumbo-jumbo. I once heard a song that said:" It's easier to leave than to be left behind". and damn right it is. I have many things in life to be regretted, but I have to move on. I have learned the hard way that sometimes life cannot be planned, especially when it concerns someone else, and you just have to accept it. In fact, I've already stopped making plans, for a while now. It turn out that whether you planned it, or just take it for granted, life always surprises you. Nobody lives forever, so everyone might as well take a seat and just enjoy the ride.


Syndicate content