ad-12 Blog

Syndicate content ad-12 Labs
Because I Can't Become Somebody Else
Updated: 2 weeks 1 day ago

Bye, Bye Yahoo Messenger!

Sat, 06/23/2018 - 12:29

Akhirnya terjadi juga, layanan Yahoo Messenger akan resmi dihentikan pada tanggal 17 Juli 2018. Bagi Penulis dan banyak netter yang mulai aktif ber-internet sejak akhir 90-an dan awal abad ke -21 pasti mengenal aplikasi “wajib” ini. Kebutuhan untuk memiliki Yahoo! ID untuk alamat e-mail dan messenger id adalah langkah awal seseorang resmi menjadi seorang netter waktu itu. Jika nickname IRC menjadi identitas “anak gaul” di internet pada dekade 90-an, maka Yahoo (Messenger) ID menjadi penggantinya di dekade 2000-an, khususnya di Indonesia. Di belahan dunia lainnya, aplikasi kompetitor seperti AIM, ICQ, dan MSN Messenger mungkin lebih populer, tapi di sini Yahoo Messenger seolah tidak terkalahkan, sampai akhirnya era mobile internet memunculkan aplikasi messaging seperti BBM, Facebook Messenger, WhatsApp, LINE, WeChat, dan KakaoTalk yang sekarang menjadi dominan, menggantikan aplikasi-aplikasi di atas (AIM, MSN Messenger, dan juga Google Talk telah berhenti beroperasi). Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, Yahoo Messenger menjadi layanan kesekian yang dihentikan/dijual oleh Yahoo! setelah GeoCities, Koprol, Delicious, dan Flickr.Bagi pengguna Yahoo Messenger akan diberikan kesempatan untuk mengunduh arsip percakapannya paling lambat bulan November 2018.

Setelah Minecraft dan LinkedIn, Microsoft Akuisisi GitHub

Tue, 06/05/2018 - 06:39

Lagi-lagi mengenai microsoft. Namun, kali ini memang satu kabar yang tidak bisa dilewatkan. Jika Anda melewatkan akuisisi Minecraft dan LinkedIn (dan juga Skype) oleh Microsoft, maka akuisisi GitHub senilai US$ 7,5 miliar ini tidak boleh dilewatkan. Skype dan Minecraft adalah end-user product (software) dan LinkedIn adalah situs media sosial, GitHub adalah situs repositori pengembangan perangkat lunak terpopuler saat ini. Jika dulu Anda mengenal situs seperti SourceForge, maka GitHub bisa dikatakan sebagai penggantinya. GitHub menggunakan software open source git, yang diinisiasi oleh Linus Torvalds (inisiator Linux), sebagai basisnya. Dengan sendirinya, sebagian besar projek perangkat lunak di GitHub adalah open source. Diakuisisinya GitHub oleh Microsoft membuat sebagian dari mereka mulai mengalihkan pengembangannya ke provider lain (GitLab, BitBucket), salah satunya adalah BitCoin.

(Sumber: blog.github.com)

Sementara itu, Microsoft berjanji untuk tetap menjalankan GitHub seperti kondisi saat ini. Meskipun masih ditunggu untuk ke depannya, mengingat Microsoft saat ini mengandalkan bisnis cloudnya, Azure, yang menjadikan kemungkinan integrasinya dengan GitHub sebuah opsi yang menarik bagi para pengembang dibandingkan layanan seperti AWS dan Google Cloud. Di sisi lain, Langkah akuisisi GitHub menjadi babak baru dari jargon “Microsoft Loves Linux” yang dicanangkan CEO Satya Nadella.

Java 10 Dirilis, Kini Enam Bulan Sekali

Fri, 05/11/2018 - 09:24

Oracle baru saja merilis Java 10 Standard Edition (Java SE 10) pada tanggal 20 Maret 2018, hanya enam bulan setelah rilis Java SE 9 pada bulan September 2017. Pada keterangan persnya, Oracle menyebutkan bahwa rilis Java kini akan semakin cepat, dengan rilis versi baru tiap enam bulan sekali. Di samping itu, Oracle juga akan merilis versi LTS (Long-Term Support) yang akan menerima pembaruan/dukungan lebih dari enam bulan, dimulai pada Java SE 11. Namun, seperti yang telah dijelaskan saat rilis Java SE 9 dan pada Java Support Roadmap (perhatikan gambar di bawah), Oracle akan “membatasi” rilis Oracle JDK untuk pengguna bisnis, yang harus membayar untuk dukungan jangka panjang. Hal ini juga telah dilakukan pada versi-versi Java sebelumnya, namun kita tahu bahwa versi Java sebelum Java SE 9 (1 – 8) tersedia untuk umum lengkap dengan dukungan/pembaruan selama (sedikitnya) lima tahun. Bagi pengguna umum/non-komersial, Oracle akan merilis versi OpenJDK dengan lisensi GPL mulai versi 9.

Java Release Map (source: medium.com)

Bagi para pengguna/pengembang Java, tentu ini akan menjadi hal baru, apalagi selama ini terbiasa dengan siklus rilis (Oracle) Java yang relatif panjang. Belum lagi, persepsi tentang kompatibilitas aplikasi Java dengan nomor versi yang berbeda, bukan sekadar patch level. Apalagi jika menggunakan OpenJDK yang berbeda vendor (distributor). Bagi pengguna Linux, openJDK biasanya disediakan oleh masing-masing vendor distro (Ubuntu, Fedora, SUSE, Debian), sedangkan pengguna Windows bisa mencoba AdoptOpenJDK atau Red Hat Open JDK (Anda harus mempunyai akun Red Hat untuk mengunduh).

Microsoft Windows 10 S Kini Menjadi Windows 10 S Mode

Mon, 04/30/2018 - 08:36

Masih ingatkah Anda dengan Windows 10 S? Sistem operasi ini bersama Surface Laptop diharapkan akan dapat menandingi ChromeBook dengan ChromeOS-nya. Windows 10 S hanya akan dapat menjalankan aplikasi dari Microsoft Store, tepatnya lagi hanya aplikasi berbasis Universal Windows Platform (UWP). Setahun berlalu, sambutan terhadap Windows 10 S ternyata tidak terlalu menggembirakan. Hingga akhirnya baru-baru ini Microsoft melakukan “reposisi” Windows 10 S, bukan lagi sebagai satu edisi Windows 10, namun sebagai sebuah opsi (mode) untuk edisi Windows 10 yang umum dipakai (Home, Pro, Enterprise). Istilahnya, Microsoft Windows 10 Pro in S Mode, alias Windows 10 Pro yang hanya menjalankan aplikasi UWP dari Microsoft Store. Windows 10 S Mode ini rencananya akan diterapkan pada update Windows 10 berikutnya. Berbeda dengan “edisi” Windows 10 S yang mengenakan biaya untuk berpindah ke edisi Pro, Windows 10 S mode dapat berpindah ke edisi “penuh” tanpa dikenakan biaya.

(Sumber: PCWorld/Mark Hachman)

Java EE Berpindah ke Eclipse, Kini Menjadi Jakarta EE

Wed, 04/25/2018 - 03:05

Perubahan di dunia teknologi informasi memang sangat cepat. Suatu teknologi yang hari ini menjadi trend mungkin akan segera berganti dengan teknologi lain. Begitu juga dengan pengembangan teknologi yang berpindah-pindah dari satu entitas/perusahaan ke entitas lain. Java, misalnya, dilahirkan dan dikembangkan oleh perusahaan Sun Microsystems sejak tahun 1996. Saat Sun Microsystems diakuisisi oleh Oracle di tahun 2009, Java pun berpindah kepemilikan. Seperti pernah dibahas sebelumnya, warisan teknologi Sun Microsystems sejak diakuisisi oleh Oracle banyak yang telah berpindah tangan, di antaranya OpenOffice dan NetBeans yang kini di bawah Apache Foundation. Java, sebagai teknologi andalan Sun dan telah menjadi platform yang populer di kalangan enterprise selama ini bisa dikatakan “aman” dan pengembangannya masih aktif di bawah kendali Oracle. Namun ternyata, pada bulan November 2017 Oracle menyerahkan pengembangan Java Platform Enterprise Edition (Java EE) kepada Eclipse Foundation. Eclipse Foundation sendiri selama ini dikenal dengan produk Eclipse IDE untuk pengembangan aplikasi. Pada bulan Februari 2018, branding baru untuk Java EE telah ditetapkan, yaitu Jakarta EE. Sementara, nama project top-level untuk Jakarta EE adalah Eclipse Enterprise for Java (EE4J). Keputusan ini diambil untuk mengakselerasi pengembangan Java EE yang sebelumnya dinilai terlalu lambat dan memakan waktu hingga 3-4 tahun untuk merilis versi baru. Java EE sendiri sebelumnya disebut Java 2 Platform, Enterprise Edition (J2EE) hingga versi 1.4 (2003).

(sumber: eclipse foundation@twitter)

Azure Sphere, Solusi IoT Microsoft Berbasis Linux

Sat, 04/21/2018 - 13:31

Yup, Anda tidak salah baca judul di atas. Microsoft baru-baru ini meluncurkan Azure Sphere, sebuah solusi untuk perangkat IoT (Internet of Things) yang terdiri atas tiga subbagian: MCU (microcontroller unit) yang secure, sistem operasi yang secure, dan cloud yang secure. MCU yang ditawarkan adalah produk dari MediaTek, cloud yang dipakai tentu saja Microsoft Azure, sistem operasinya, sedikit mengejutkan bahwa kernel yang akan digunakan adalah linux, dengan modifikasi ala Microsoft tentunya. Ini berarti, Microsoft akan merilis sebuah distro linux! Sepuluh atau dua puluh tahun lalu hal ini akan dianggap mimpi di siang bolong. Linux bukan hanya dianggap sebagai kompetitor Windows (baru terbukti akhir-akhir ini dengan kehadiran Android), tapi juga sejenis kanker! Sejak naiknya Satya Nadella sebagai CEO Microsoft menggantikan Steve Ballmer memang banyak tanda yang menunjukkan Microsoft mulai “PDKT” dengan linux dan dunia open source pada umumnya. Mulai dari rilis aplikasi Microsoft untuk Android (termasuk Office), SQL Server di-port ke Linux, bergabungnya Microsoft dengan Linux Foundation, Windows Subsystem for Linux, hingga distro linux yang bisa diinstal via Microsoft Store (Ubuntu, Suse, Fedora).  Bahkan, Steve Ballmer yang pernah mengata-ngatai Linux sebagai pengaruh komunis dan menyebabkan kanker akhirnya berbalik mencintai linux.

Azure Sphere Secured OS (sumber: microsoft.com)

Acer Chromebook Tab, Tablet Berbasis ChromeOS Pertama

Tue, 03/27/2018 - 15:07

Selama ini kita mengenal sistem operasi ChromeOS dari Google hanya diperuntukkan perangkat laptop dengan label Chromebook saja, meskipun telah juga muncul perangkat berbasis ChromeOS seperti Chromebox dan Chromebit. Sementara sistem operasi lain dari Google, Android, diperuntukkan perangkat mobile seperti smartphone, tablet, dan perangkat lain seperti smartTV , smartwatch, dan masih banyak lagi. Kedua sistem operasi ini sama-sama berbasis (kernel) Linux dan open source ( dengan nama ChromiumOS dan AOSP). Akhir-akhir ini terlihat ada usaha untuk mengintegrasikan kedua sistem operasi ini, dengan dirilisnya App Runtime for Chrome, yang memungkinkan aplikasi Android dijalankan di ChromeOS.

Tablet berbasis ChromeOS dari Acer

Chromebook selama ini cukup sukses digunakan di dunia pendidikan karena kemudahan penggunaan, perawatan, dan pengaturannya. Karena itu, Apple (diisukan) berusaha menyaingi dengan meluncurkan produk baru untuk dunia pendidikan, berupa iPad dengan Apple Pencil dengan harga yang bersaing dengan Chromebook. Namun, sebelum Apple mengumumkan, Acer mengumumkan produk baru yang kemungkinan menjadi jawaban dari Apple iPad baru, yaitu tablet berbasis ChromeOS yang disebut Acer Chromebook Tab. Tablet ini berlayar 9,7 inci, dilengkapi stylus (Wacom EMR), dan mendukung Google Play(Store), yang berarti bisa menjalankan aplikasi Android. Mengingat selama ini Android-lah yang biasanya digunakan untuk tablet, maka produk baru ini sangat unik. Patut ditunggu apakah ke depannya akan diikuti oleh vendor lain.