ad-12 Blog

Syndicate content ad-12 Labs
Because I Can't Become Somebody Else
Updated: 1 week 2 days ago

Windows 11 Resmi Dirilis

Sun, 10/10/2021 - 16:34

Seperti sudah diantisipasi sebelumnya, sistem operasi terbaru Microsoft, Windows 11 akhirnya resmi dirilis pada tanggal 5 Oktober 2021. Windows 11 akan tersedia untuk perangkat baru dan perangkat lama yang memenuhi syarat untuk menerima pembaruan secara gratis. Pihak Microsoft memperkirakan paling lambat pada pertengahan tahun 2022 semua perangkat yang memenuhi syarat akan mendapatkan tawaran pembaruan Windows 11 secara gratis. Bagi yang tidak sabar menanti, silakan membuka laman resmi Windows 11 dan mengunduh perangkat lunak PC Health Check untuk menguji kesesuaian perangkat keras Anda dengan persyaratan minimum Windows 11. Jika dulu PC Health Check hanya menampilkan hasil uji secara umum, maka pada versi terbarunya, Anda bisa menampilkan secara rinci poin-poin mana saja yang harus dipenuhi jika perangkat Anda dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan pembaruan Windows 11.

Tampilan PC Health Check untuk Perangkat yang Tidak Memenuhi Syarat Windows 11

Sementara jika perangkat Anda memenuhi syarat, Anda tidak perlu menggunakan PC Health Check untuk menguji, namun akan muncul notifikasi pada Windows Update.

Notifikasi Windows Update pada Perangkat yang Memenuhi Syarat Windows 11

Ada beberapa persyaratan krusial yang harus dipenuhi sebelum bisa memperbarui sistem operasi ke Windows 11:

  • Prosesor: Intel (Atom x6/Celeron seri G,J,N4xxx/Core 8xxx) atau AMD (Athlon 3xxx/EPYC 7xxx/Ryzen 3) atau Qualcomm (Snapdragon 7/Microsoft SQ)
  • Firmware: UEFI yang mendukung Secure Boot
  • TPM (Trusted Platform Module) 2.0 diaktifkan
  • RAM 4 GB dan storage 64 GB
  • Display beresolusi 720p dan adapter mendukung DirectX 12
  • Akun Microsoft (OneDrive/Office 365/Outlook.com) diperlukan untuk instalasi Windows 11 Home edition

Berdasarkan pengalaman para pengguna awal Windows 11, masih banyak yang perlu disempurnakan, terutama dukungan untuk aplikasi Android di Microsoft Store. Beberapa bug juga masih ditemukan, seperti penggunaan RAM yang sangat tinggi dan borosnya penggunaan baterai laptop yang berprosesor AMD. Bagi mereka yang perangkatnya tidak memenuhi syarat untuk memperbarui ke Windows 11 pun kabarnya bisa melakukan pembaruan secara manual menggunakan file ISO Windows 11, meskipun tanpa didukung oleh Microsoft, termasuk pembaruan keamanan. Sedikit hack pada registry Windows juga bisa digunakan untuk mengakali persyaratan dukungan TPM 2.0. Jika perangkat Anda tidak mendukung TPM, ada trik khusus untuk dapat melakukan instalasi Windows 11.

Indosat dan 3 Akan Segera Merger

Mon, 09/20/2021 - 05:03

Setelah melalui serangkaian proses, akhirnya rumor itu pun terbukti. Dua operator seluler (opsel) Indonesia, Indosat Ooredoo dan Hutchinson 3 akan segera bergabung (merger) menjadi Indosat Ooredoo Hutchinson. Bergabungnya kedua opsel ini akan menyusul serangkaian aksi konsolidasi yang terjadi sejak beberapa tahun ke belakang, seperti: akuisisi Axis (Natrindo) oleh XL Axiata, merger Smart Telecom dengan Mobile-8 (Fren) menjadi Smartfren, dan peleburan opsel CDMA seperti Telkom Flexi (ke Telkomsel) dan StarOne (ke Indosat). Tentu saja masih akan ditunggu implikasinya bagi pelanggan kedua operator tersebut. Dalam kasus Fren, Flexi, dan StarOne, layanan operator lama diganti total menjadi layanan Smartfren, Telkomsel, dan Indosat. Sedangkan Pengguna Axis sampai sekarang masih menggunakan paket layanan tersendiri yang terpisah dari pengguna XL, hanya pengisian pulsa saja yang terintegrasi. Paling tidak, nasib pengguna opsel tersebut masih lebih baik dibandingkan pengguna opsel yang gulung tikar seperti Bakrie Telecom (Esia/AHA) atau Bolt! yang tidak punya pilihan selain merelakan. Yang pasti, konsolidasi operator seluler ini diharapkan akan menyehatkan iklim usaha bidang telekomunikasi di Indonesia. Kalau sebagian kalangan berspekulasi bahwa merger kedua opsel ini akan menjadi penantang serius opsel terbesar di Indonesia, Telkomsel, maka Penulis beranggapan itu tidak akan terjadi. Secara kasat mata, pangsa pasar Telkomsel masih lebih besar dibandingkan gabungan semua operator seluler lainnya (Indosat, XL/Axis, 3, Smartfren, Net1), jadi untuk bisa menyaingi Telkomsel, semua opsel harus bergabung menjadi satu. Oya, bagaimana pendapat Anda mengenai nama perusahaan hasil merger Indosat dan 3? apakah terlalu panjang dan ribet? Ada usul untuk nama perusahaan/brand gabungan yang lebih singkat? Penulis sendiri mengusulkan nama yang selama ini sudah punya brand awareness cukup tinggi, yaitu IM3

(Sumber: selular.id)

AdoptOpenJDK kini Eclipse Adoptium

Mon, 08/09/2021 - 16:05

Para pengguna/developer Java tentu sudah mengetahui perubahan seputar distribusi Java Runtime. Sejak Oracle mengubah lisensi untuk Oracle JDK/JRE versi 9 ke atas, muncullah inisiatif untuk menyediakan alternatif Java, baik dari komunitas maupun perusahaan. Salah satunya adalah AdoptOpenJDK, yang sangat populer di kalangan pengguna. Namun ke depannya AdoptOpenJDK akan berubah menjadi Adoptium, sebuah projek di bawah Eclipse Foundation. Peralihan ke Eclipse ini memakan waktu yang tidak sebentar, sekitar setahun sejak pertama kali diumumkan pada bukan Juni 2020. Nama Adoptium sendiri diperkenalkan pada bulan Maret 2021. Adoptium Working Group yang beranggotakan sejumlah perusahaan di antaranya Microsoft, Red Hat, IBM, Azul Systems, dan Huawei dibentuk untuk mendukung adopsi Eclise Adoptium di level enterprise.

(Sumber: blog.adoptium.net)

Windows 365, Windows Versi Streaming

Sat, 08/07/2021 - 09:45

Setelah Office 365 dan Microsoft 365, baru-baru ini Microsoft meluncurkan produk baru bernama Windows 365. Layanan ini secara simpel diartikan sebagai “Windows Streaming” atau sebuah lingkungan destop Windows yang tersimpan di cloud dan bisa diakses dari perangkat manapun via browser web atau Microsoft Remote Desktop. Ini berarti pengguna bisa mengakses Windows 365 dari perangkat berbasis Windows, Linux, macOS, Android, atau iOS. Jadi, analog dengan virtual machine Windows yang bisa diakses dari manapun via Remote Desktop, hanya virtual machine-nya terpasang di cloud (Microsoft Azure) alih-alih di server milik kantor (dengan IP publik) dan juga bisa diakses via browser yang mendukung HTML 5.0 seperti menggunakan YouTube atau Netflix. Berbeda dengan Office 365/Microsoft 365, Windows 365 hanya tersedia untuk pengguna bisnis, dalam dua kategori: Business dan Enterprise, dengan harga paket menurut konfigurasi (jumlah core processor, RAM, dan storage). Jika dalam situsnya, Microsoft mengklaim bahwa Windows 365 adalah cloud PC pertama di dunia, namun sebenarnya sudah ada layanan serupa yang disebut Shadow. Shadow bahkan mendukung Android TV/Apple TV, sehingga Anda dapat menggunakan Windows dalam smart TV Anda. Layanan Windows 365 mendapat sambutan yang cukup baik, sampai-sampai Microsoft harus menghentikan program percobaan gratis (free trial) karena banyaknya peminat.

(Sumber: Microsoft 365 Blog)

XL Axiata Mengakuisisi Link Net

Sat, 07/31/2021 - 04:03

Setelah sebelumnya sempat diberitakan akan diakuisisi oleh MNC, akhirnya Link Net benar-benar diakuisisi, namun kali ini oleh Axiata Group (Malaysia) via anak usahanya PT XL Axiata. sesuai kabar terakhir, XL Axiata akan membeli 66,03% saham Link Net dari pemegang sebelumnya, First Media milik grup Lippo dan CVC Capital. Selama ini, Link Net melayani koneksi internet broadband untuk pengguna rumahan (First Media) dan korporat (Link Net). Sementara, XL Axiata yang lebih dikenal sebagai operator layanan telekomunikasi seluler sejak tahun 2018 juga terjun ke layanan internet fixed broadband lewat layanan XL Home Fiber. Bagaimana akuisisi ini akan memengaruhi konsumen Link Net/First Media dan XL Home Fiber, masih harus kita tunggu. Seperti kita ketahui, di sektor internet fixed broadband (cable), Telkom IndiHome masih mendominasi dengan pangsa pasar 87% sedangkan Link Net/First Media menguasai 7% saja. Sebagai salah seorang yang pernah (dan sedang) berlangganan kedua layanan dari Link Net dan XL Axiata, Penulis hanya berharap yang terbaik dari akuisisi ini.

(Sumber: teknologi.bisnis.com)

Memperkenalkan: Windows 11

Fri, 06/25/2021 - 14:11

Setelah menjadi topik hangat selama bulan ini, akhirnya Microsoft secara resmi memperkenalkan versi terbaru sistem operasi andalannya, Windows 11. Setelah Mirosoft sibuk meyakinkan para pengguna Windows 7 (dan 8) untuk migrasi ke Windows 10 karena versi ini disebut-sebut sebagai versi ‘paripurna’, kenyataan berbicara lain. Selama lima tahun keberadaannya, Windows 10 telah mengalami sepuluh kali pembaruan “versi” sejak versi pertama (1511) hingga versi terkini (21H1). Bisa dikatakan bahwa Microsoft benar-benar menganggap Windows 11 ini jauh berbeda daripada Windows 10 sehingga membutuhkan brand baru yang bukan sekadar perbaikan dari Windows 10.

Tampilan Desktop Windows 11 (Sumber: blogs.windows.com)

Banyak perubahan yang diumumkan mulai dari tampilan hingga aplikasi. Dari gambar di atas, terlihat bahwa taskbar dan start menu mengalami perubahan yang cukup mendasar. Posisi tombol Start bergeser ke tengah (a la macOS) dan Start Menu juga mengalami perubahan tata letak dan tampilan dengan menghilangkan Live Tiles yang menjadi ciri khas sejak Windows 8, Search diletakkan di atas, Pinned Apps di bawahnya dan Recommended di bawahnya. Windows 11 juga menandai kembalinya Widgets, yang pertama (dan terakhir) kali hadir di Windows Vista. Perubahan lain termasuk “menghilangnya” sejumlah aplikasi yang biasa Anda temui pada instalasi default Windows 10 di antaranya: Paint 3D, 3D Viewer, Internet Explorer, OneNote, dan Skype. Khusus untuk Skype, Microsoft menggantikannya dengan Teams, yang akan terpasang pada setiap instalasi default Windows 11.

Aplikasi Android di Windows 11 via Amazon Appstore

Namun sebenarnya hal paling menarik dari kehadiran Windows 11 adalah perubahan pada distribusi aplikasi seiring perbaikan pada Microsoft Store. Ditambah lagi, kerja sama Microsoft dengan Intel (Bridge) dan Amazon (Appstore) akan menghadirkan aplikasi Android di Windows 11!

Windows 11 akan tersedia sebagai pembaruan gratis untuk setiap instalasi Windows 10 yang memenuhi syarat. Syarat utama yang harus dipenuhi adalah spesifikasi sistem yang jauh berbeda dari versi-versi Windows sebelumnya, yaitu:

  • Prosesor 64-bit berkecepatan 1 GHz ke atas dengan dua core atau lebih (Windows 11 hanya tersedia dalam versi 64-bit). Intel Core generasi ke-8 atau AMD Ryzen generasi ke-3 atau di atasnya.
  • Memory (RAM) 4 GB atau lebih
  • Kapasitas penyimpanan (storage) 64 GB atau lebih
  • Display card yang mendukung DirectX 12/WDDM 2
  • Layar tampilan 9 inci ke atas dengan resolusi HD (720p)
  • UEFI/secure boot
  • TPM versi 2.0

Persyaratan terakhir ini mungkin menjadi yang mengganjal banyak sistem yang sebelumnya mampu menjalankan Windows 10, namun dinyatakan tidak mendukung Windows 11. Anda bisa mengecek kesiapan sistem Anda menjalankan Windows 11 dengan mengunduh aplikasi PC Health Check dari situs Windows 11. Setelah mengunduh dan memasangnya, Anda tinggal menjalankan pengujian sistem dengan menekan tombol Check Now pada bagian Introducing Windows 11. Jika sukses, akan muncul tampilan seperti di bawah ini:

Tampilan PC Health Check

Jika muncul tampilan yang menyatakan sistem (PC) Anda tidak bisa menjalankan Windows 11 meskipun spesifikasinya lumayan bagus, cobalah mengecek versi TPM anda dengan menjalankan tpm.msc pada Run (tekan tombol Windows+R) atau ketikkan tpm pada field Search dan pilih Security Processor. Pastikan Specification Versionnya adalah 2.0. Jika versi yang tercantum adalah di bawah 2.0, maka itulah penyebab sistem Anda dinyatakan tidak bisa menjalalankan Windows 11.

Tampilan tpm.msc (TPM Management Console) Tampilan Security Processor

Jadi, apakah Anda tengah menantikan kehadiran Windows 11 yang dijanjikan akan mulai dirilis akhir tahun ini? Microsoft menjanjikan Windows 10 masih akan didukung hingga tahun 2025, namun bagaimana selanjutnya untuk sistem yang tidak memenuhi syarat?

UPDATE: Microsoft sempat memperbarui aplikasi PC Health Check untuk menampilkan info yang lebih spesifik soal kompatibilitas dengan Windows 11 sebelum menghapus tautan unduhannya.