ad-12 Blog

Syndicate content ad-12 Labs
Because I Can't Become Somebody Else
Updated: 1 week 18 hours ago

Bye Bye Yahoo Groups!

Tue, 11/17/2020 - 00:00

Akhirnya terjadi juga, setelah akhir tahun lalu Yahoo Groups menghapus konten dari user di situs webnya, akhir tahun ini, tepatnya 15 Desember 2020, Yahoo Groups akan ditutup untuk selamanya. Yahoo Groups didirikan pada tahun 1998 dengan nama Yahoo Clubs. Pada tahun 2001 Yahoo! mengakuisisi layanan milis eGroups dan mengintegrasikannya dengan Yahoo Clubs menjadi Yahoo Groups.

Bye Bye (sumber: Yahoo Groups website)

Pada era sebelum situs media sosial seperti Friendster, MySpace, dan Facebook merajai, Yahoo Groups sangat populer sebagai ajang komunitas online. Setelah situs media sosial, berkembangnya mobile internet membuat fitur serupa Yahoo Groups muncul seperti Facebook Groups, BBM Group, dan WhatsApp Group. Seiring merosotnya reputasi Yahoo! sebagai penyedia layanan online terdepan, satu per satu layanannya ditutup atau dijual, seperti GeoCities, Messenger, Delicious, Flickr, Tumblr, dan akhirnya Yahoo Groups.

Yahoo Groups Closure Announcement

Bagi para admin grup, silakan menulis ucapan perpisahan untuk para anggotanya. Oya, layanan Yahoo Mail masih akan ada (untuk saat ini). Bagi yang mencari pengganti Yahoo Groups, selain Facebook Groups bisa juga mencoba beberapa alternatif di bawah ini:

Fenomena Digital Provider di Indonesia

Mon, 11/16/2020 - 05:53

Setahun terakhir ini pengguna mobile internet di Indonesia mulai dikenalkan dengan penyedia layanan “baru” yang disebut juga digital provider. Provider baru ini tidak sepenuhnya baru, karena sejatinya sebagai service provider, mereka harus mengandalkan network provider di belakangnya yang tidak lain adalah operator seluler yang selama ini sudah beroperasi di Indonesia. Pelopor digital provider ini adalah by.U (dari Telkomsel) yang memperkenalkan HUP di bulan Oktober 2019. Kemudian, opsel Smartfren juga mengenalkan layanan Switch disusul oleh XL Axiata yang mengenalkan layanan Live.On. Indosat Ooredoo menjadi opsel terakhir yang mengenalkan layanan digital provider, yang disebut MPWR. Smartfren juga meluncurkan Power Up, dengan fitur mirip dengan digital provider pada umumnya, namun masih menggunakan aplikasi MySmartfren dan Galeri Smartfren.

Digital Provider di Indonesia

Digital provider ini berbeda dengan layanan operator seluler yang biasa. Pertama, layanan berbasis digital yang diawali dengan mengunduh apps provider yang bersangkutan. Dalam apps, Pengguna bisa melakukan registrasi layanan dan pembayaran secara digital. Pengguna bisa memilih nomor dan paket layanan sendiri (custom), sebelum kartu SIM (fisik) dikirimkan kepada pengguna. Singkat kata, interaksi Pengguna dan provider dilakukan secara digital via apps tanpa melibatkan pihak ketiga seperti counter/gerai atau toko/kios HP.

Paket data yang ditawarkan biasanya lebih kompetitif dibandingkan paket dari operator seluler. Bahkan, ada provider yang mengizinkan Pengguna membuat paket sendiri, kuota dan masa berlaku yang bisa disesuaikan. Digital provider juga memberikan banyak promo atau penawaran yang bisa diakses via apps masing-masing. Apakah Anda juga berminat mencoba layanan digital provider ini?

Mulai Juni 2021, Penyimpanan Google Photos Tidak Lagi Unlimited

Thu, 11/12/2020 - 14:43

Selama ini kita ketahui bahwa kapasitas penyimpanan gratis untuk layanan Google Gmail, Drive, dan Photos (foto dan video kualitas asli) adalah 15 GB secara total. Namun ada beberapa pengecualian:

  • File-file berformat Google Docs, Sheet, Slide, Drawings, Forms, dan Jamboard tidak dihitung (unimited)
  • File-file foto dan video, jika memilih opsi penyimpanan dengan kualitas tinggi (16 MP foto atau 1080p video) tidak dihitung (unlimited)
  • File-file foto dan video yang diunggah lewat perangkat Google Pixel tidak dihitung (unlimited)
  • Backup WhatsApp juga tidak dihitung (unlimited)

Namun, terhitung tanggal 1 Juni 2021, semua pengecualian itu tidak lagi berlaku. Artinya, semua file yang disimpan di Gmail, Google Drive, dan Google Photos, apapun format dan kualitasnya, sejak tanggal 1 Juni 2021 akan dihitung sebagai bagian dari kapasitas total penyimpanan akun Google Anda, yaitu maksimum 15 GB. Pengecualian masih berlaku untuk pengguna Google Pixel (foto dan video kualitas tinggi) dan backup WhatsApp (?). Tentu saja ini tidak berlaku untuk file-file yang disimpan sebelum tanggal 1 Juni 2021, kecuali jika file tersebut diubah (diedit) setelah tanggal 1 Juni 2021. Akun-akun yang nonaktif (tidak ada kegiatan) selama dua tahun juga akan menerima peringatan tentang penghapusan file yang disimpan di dalamnya.

(Sumber: blog.google/products/photos)

Tentunya ini sedikit mengejutkan, walaupun bagi yang memperhatikan perkembangan, bahwa Microsoft telah menghapus opsi penyimpanan unlimited di OneDrive, begitupun Yahoo!. Google akan menambahkan tool untuk mengelola penyimpanan dan menambahkan pesan/peringatan mengenai kapasitas penyimpanan yang tersisa, dalam satuan waktu, misal: penyimpanan Anda saat ini akan penuh dalam 3 tahun lagi. Tentu saja, masih ada opsi lain untuk menambah kapasitas penyimpanan, apakah itu dengan berlangganan (via GoogleOne) atau mendaftarkan akun Google tambahan. Anda juga dapat menggunakan layanan lain untuk mencadangkan foto dan video Anda.